Showing posts with label Aris & Dina. Show all posts
Showing posts with label Aris & Dina. Show all posts

Tuesday, February 21, 2017

Hubby's Quotes

Kalau ada kutipan suami yang menarik lagi, mungkin akan ada postingan-postingan selanjutnya. :D

Pada suatu siang kami makan bareng di rumah. Iya, karena kami sedang menjalani LDM, tiap kebersamaan menjadi sangat berarti. Termasuk makan bareng. Waktu itu kami makan seperti biasanya, masakan ala rumahan sederhana. Aku masak sayur, lauk seadanya dan sambel bikinan suami. Suami memang tidak repot soal makan, beliau bisa sangat mandiri sekali. Nggak harus ini itu, asal ada nasi dan lauk ya dimakan saja. Kalaupun improvisasi, yaa..bikin-bikin sendiri lah. Contohnya sambel itu.

Sedang asyiknya makan, tiba-tiba beliau nyeletuk; "Hidup itu ya kayak gini, Sayang.Cukup-cukup aja."
Aku bertanya, "Maksudnya?"
Beliau menjawab, kurang lebih seperti ini, "Iya,cukup. Bagi saya, hidup cukup itu kita sudah mampu bantu orang lain. Nggak perlu lauk dan makanan mahal."

Can get the point? ^_^

Untuk urusan bijak-bijakan dalam hidup, suami memang andelannya. Mungkin karena sudah lama merantau apalagi di negeri orang (bahkan benua lain), bertemu banyak orang dengan warna kulit, mata, usia, tingkat pendidikan, jabatan, asuhan kedua orangtua serta kerasnya hidup tlah menempa suami menjadi pribadi yang seperti ini. Mau rekan kerja, rekan biasa, junior atau senior, jujukannya pasti suami. Bahkan keluargaku sendiri juga mulai mempercayainya, selain menyerahkan aku pastinya. :D

Lantas yang kedua ini kami sedang ngobrol di chat, andalan pasangan LDM. Hehe.

Waktu itu suami membagikan lowker menggiurkan yang berada satu kota dengan suami. Ngiler dooong pastinya. Karena lowker ini pernah aku lepas taun lalu, dikarenakan masih hamil. Lalu sekarang? Apa kabar? Suami tentunya tidak setuju. Dan jawabannya bikin terhenyak.

"Saya nggak mau Mada jadi nggak terurus karena urusan nyari duit. Saya lebih kuat lapar daripada anak terbengkalai..."

Uwuuwuuuw. Suami dakuuh. :') Lucky me, having you in my life! :*

Dipotret tunangannya waktu sebelum nikah, perut masih tipis loh :P

Wednesday, April 20, 2016

Jika Kamu Perempuan, dan Ditanya

Kalau ditanya kapan menjadi seutuhnya seorang Perempuan?

Mungkin lebih terasa di depan mata setelah ada lelaki yang mengucapkan ijab kabul untukku. Menjadi seorang istri, membuatku merasa sebagai perempuan yang utuh.

Lalu proses menyandang gelar istri ini, akan mengantarkan kita pada satu gelar terhormat lainnya. Sebagai seorang Ibu.

Aku tak mendebat, soal kamu masih lajang. Belum mau menikah. Masih banyak hal yang ingin dilakukan. Mau meningkatkan tingkat pendidikan. Mau memperluas kesempatan berkarir. Berbagai pilihan yang dipilih akan selalu dikatakan benar dan patut dihargai. Mungkin ada satu di waktu dulu aku juga lebih memikirkan hal-hal yang sifatnya pribadi seperti di atas.

Tapi kali ini, berbeda. Tak bisa disimpelkan segampang itu. Karena keputusan haruslah kesepakatan dua orang. Bukan lagi seorang yang sepenuhnya punya kontrol atas dirinya. Keinginan-keinginan pribadi pun akan bergeser menjadi kepentingan dengan lingkup berdua atau malah lebih luas.

Dua gelar tadi bukan sekedar sebutan dari suami atau anak-anak kelak. Tapi akan banyak ibadah dan hal-hal yang perlu diupayakan serta diperjuangkan. Terasa seperti itu.

Maka, di luar dua gelar tersebut apa yang akan dilakukan? Mungkin akan tetap menulis secara random dengan waktu yang juga takkan tentu. Sebagai penyeimbang atau pelengkap dari dua gelar mulia ini. Dan semoga dalam berproses dengan dua gelar ini, akan ditemukan arahnya secara tematis. Karena sudah hampir mendekati kecendrungan yang diminati akhir pekan lalu di Malang.


Monday, January 26, 2015

12:17 AM - No comments

Kebangetan!

Momen bengong terjadi, ketika penulisan; nama kota, pulau, danau dll yang kadang ditemukan dalam legenda pada sebuah peta sudah terselesaikan. Tertegun sambil memandang jalanan dari balik jendela.

Teringat, sudah sebulan lebih sehariii aku 'diikat' oleh +Kadarisman Ahmad S . Umh..ya belum seberapa sih memang jika dibanding pasangan lainnya. Apalagi, ikatan ini juga masih belum terlalu kuat untuk menghalalkan interaksi kami.

Kebetulan, adek yang kuliah di PNJ Depok sedang liburan dan baru saja pulang. Kami berbincang banyak, terutama kuliah, bisnis onlinenya yang tersendat dan kegiatan di luar kuliahnya di sana. Hingga sampailah pada topik acara pertunanganku. Dia pun menanyakan dari awal bagaimana proses penyatuan kami hingga sekarang. Aku bercerita blah blah blah. Yang kemudian ditanggapi dengan kesangsian adekku, yang malah ditujukan kepadaku. Iya, justru aku yang  'diragukan' oleh adekku sendiri, untuk hidup bersama +Kadarisman Ahmad S. Haha. Jangan kaget lah..

Dulu juga pernah ada yang bilang begitu, itu dari pihak teman junior +Kadarisman Ahmad S. Tapi, kami tetap begini dan baik-baik saja. Dan semoga hingga nanti selamanya.

Mungkin kepantasannya jika ditilik dari sisi religiusnya, yang mana aku mungkin terlihat 'nggak-ada-alim-alimnya'. Haha. Tapi perlu ku sertakan sedikit, ketika aku sempat melaksanakan sholat Istikharah. Karna pada 'beberapa' sebelum @arissmn, aku memang belum pernah mencoba Istikharah. Itulah, menurut adekku kenapa kok aku 'nggak-ada-alim-alimnya', kali ya. Muehehehe.

Untuk @arissmn, sebelumnya aku juga pernah meminta bantuan teman dalam Istikharah. Hasilnya bagus. Sedangkan aku sendiri, alhamdulillah dapat petunjuk yang baik juga. Yakni berupa ayat-ayat Al-Quran yang salah satunya dijadikan doa untuk mendapatkan pasangan dan keturunan yang bertakwa serta menyejukkan hati. Doa ini termasuk cukup populer lah.. Yakni surat Al-Furqon ayat 74.


Alhamdulillahirobbilalamin.

Di akhir sebelum kami membahas topik lainnya, adekku menyatakan bahwa kami pastinya akan menyeimbangkan satu sama lain. Amiiiin.

Pesan-pesanku semalam, pada obrolan singkat kami di telpon;
- Jaga kesehatan! *eaaak
- Jangan telat makan! *double eaaak, eaaak
- Doakan 'kita'! *wohwowoooh
- Tetep sayang akuuu..
====> BANGET!

*dijawab gitu sama beliau.

Wednesday, December 24, 2014

12:09 AM - No comments

Before I Say 'Yes, I Do'

Mendekati hari akan 'diikat' secara resmi, bikin nggak nyaman. Hrrr. Sewaktu dia aja bilang kalau keluarganya lagi persiapan mau ke rumah, sesi dag dig dug sudah dimulai! Apalagi kurang lebih 24 jam lagi iniii.. Makjaaaang..

Semingguan ini malah kami banyakan berantemnya. Makin intens! Dari yang sepele, sampe perkara acara pinangan juga. Ya, memang kami sangat kurang pengetahuan masalah tradisi, kurang persiapan, kurang waktu yang dimepetin dengan liburan akhir taun ini, belum lagi jarak yang berjauhan hingga menyulitkan komunikasi yang kurang utuh. But, yowislah..

Langkah kami ini memang harus dimulai. Dan dijalani, satu persatu. Tap. Tap. Tap.

Di luar deg-degan dan ketakutan yang mengganggu ini, masih terselip buncah kebahagiaan.
Oh, I'll get his proposal tomorroooow..

Monday, December 2, 2013

10:45 PM - No comments

Aku Kamu

Lluvia

Di balkon tanpa kanopi ini, aku mengendap di balik lalang sehelai. Di atasku langit gemerlap. Di depanku gemerisik suara jalanan

Harusnya kita belajar memamah logika. Bukan mengapung dengan labirin kata

Kulempar batu penduga, nyaris tak terdengar nada sela, akankah kulempar sauh untuk berlabuh?

Siang tanpa terik, mungkin akan lebih baik, tapi ini kemarau, hambar terasa bila harus bercanda dengan rinai hujan

Berlindung dari terik di rerimbun pohon atau payung sekalipun bukan untuk lari dari panas, tapi berdamai dengan alam

Pun, mencari solusi dari setiap masalah, juga bukan lari, tapi berdamai dengan hidup

"Kau ingin belajar sabar kan?" Tuturnya dengan senyum basah. "Panas ini, adalah bagian dari kesabaran". tambahnya lagi

"Kurasa ini normal" Selaku. "Atau karena aku berteduh di balik senyummu?" Kau tersipu dan kitapun luruh di bawah payung mentari

2013
*dibuat oleh +Kadarisman Ahmad S.

Friday, August 9, 2013

Komitmen Nganu

Setelah seperkian hari (hah? Hari?? :p), kami menyepakati komitmen "nganu" bersama. (iyee..soalnya aku sama patner mbingung mau nyebut hubungan perkasihan ini dengan apa) *halah*

Anehnya sih aku jadi jarang nulis loh. Jarang cerita di sini makdusnya. Haaa. Iyaa. Sekarang malah jadi hobi nulis sms, ceting, mesej, imel. Dan itu tertuju, juga terfokus pada Sang Patner. *ciheehh ge-er pasti dieee :p

Kapan-kapan lah ku cerita tentang dia. Tentang awal mula perkenalan kami. Hubungan sok akrab kami sebelum kami jadi so cweeettt gettoooh ini. Hihiii.

Hadyuuu... Tapi nggak di sini-sini juga sih ya ngepostnya. Malu. Lagian dari kemaren juga suka nyinyir, kalo ada duet cowo cewe yang seenak udelnya show off kemesraan baik di temlen, news feed ato dashboard. Genggeeesss bin alaaaayy nggaaaak siiiii? :p

Jadiii. Biar nggak kena semprot balik. Pengen bikin blog khusus tentang kami ahh. Yang private. Yang kalo pengen buka blog tersebut kita harus punya paswot khusus. Biar hubungan kami tetap selalu misterius dan manis. Hehe.

Yawalo kami bukan jenis pasangan yang Public Display of Affection terutama di socmed..bukan berarti kami nggak serius loh yaa tentang hubungan ini. Kami justru sangat-sangat serius menyikapi ini. Berhati-hati sambil menapaki perubahan yang terjadi. Meraba peluang ke arah sana. Menuju kehidupan yang 'bersama'. *aaaa...bahasanyaaa. Aku mulai ketularan diaaa nih. :p

Yang terpenting, aku nyamaaaaaan banget sama dia. Trus ketika tau aku lah cinta pertamanya. Wuaaah. Bahagianyaaaaa..akuuuu :') (っ˘з(˘.˘ )♥

*yang terakhir kok kebacanya jadi kayak nggilani gituu, sehh? XD