Wednesday, January 16, 2013

4:20 AM - No comments

Ritual Malam Jumat

Bolehlah jika kamu tidak percaya bahwa aku tak ahli membaca tahlil. Sangat aneh bukan? Mondok 6 tahun lebih di sebuah pesantren (yang sebenarnya beraliran Nahdliyyin walau slogannya mengatakan "Berdiri di Atas Semua Golongan"). Kuliah 4 tahun di PT Islam? Tapi tak pandai bersholawat, membaca tahlil tanpa teks?

Oke. Banyak faktor mungkin.

Keluargaku bukan penganut yang terbiasa menyelipkan unsur-unsur semacam itu. Yaaah, kami memang cenderung agak ke-Muhammadiyah-an. Tapi kami sangat menghormati perbedaan dalam pergaulan di lingkungan tempat tinggal kami. Semisal ada pengajian khusus ibu-ibu, atau pembacaan diba', tahlil dsb.

Sedangkan aku pribadi, dari dulu memang sekedar asal-ikut-ikut saja. Jarang sekali menjadi pimpinan acara tahlilan, sholawat, diba' dsb.

Makanya, dulu sempet frustasi sendiri pas ngabdi. Karena di pedalaman sana masih sangat kental tradisinya. Hampir tiap minggunya di malam Jumat, pasti mengadakan acara seperi itu.

Dan peristiwa tersebut terulang kembali ketika KKN di masa kuliah. Hanya saja, karena anggota kelompokku lumayan banyak, jadi masih ada lah cara untuk mengelak. Hehe.

Lalu memasuki dunia kerja. Dunia yang sebenarnya dunia. Ada kejadian yang cukup memalukan, dan bikin terngiang sampe sekarang. Di satu situasi, ayah dari salah temen kerja ada yang meninggal. Pada saat kita bertandang ke sana itulah, aku kalah curi start memimpin tahlilan. Ada temen kerja yang malah terlebih dahulu berinisiatif. Dan itu sempet menjadi pembahasan keesokan harinya bersama teman-teman kerjaku. Otomatis aku ngerasa sungkan sekali. Nggak seharusnya aku sampe ngelempar tanggung jawab seperti itu. Tapi ada temen yang juga berkomentar, bahwa aku ini masihlah dianggap junior.

Hanya saja, itu cukup menohok hati juga.

Jadi. Ada baiknya bagiku untuk belajar lebih mendalam lagi. Mempelajari hal-hal sederhana yang dipandang remeh sekalipun.

Tuesday, January 15, 2013

2:21 AM - No comments

Seperempat Abad H+1

Menjadi manusia, lalu hidup di dunia, melahirkan ritme-ritme yang begitu kompleks. Belum lagi interaksi yang bertingkat-tingkat ini. Kepada sesama manusia. Yang berusia lebih tua. Kepada sebaya. Dan juga yang lebih muda.

Tidak dapat dipungkiri. Kita pun jadi terjebak dalam pergaulan berpetak-petak. Kebutuhan yang berbeda, kepentingan tiap individu yang ingin didahulukan, yang minta diistimewakan.

Kita dituntut adil.

Tapi bagaimana mungkin keadilan bisa diwujudkan? Sedangkan menjadi adil, bukanlah pengertian satu-sama-rata-satu.

Ini membingungkan.

Yang namanya hati selalu berbolak-balik, bergerak dinamis. Tak pernah sekalipun permanen untuk tak bergerak.

Berapa banyak yang harus dikorbankan demi sebuah pencitraan? Serangkaian harga diri untuk dinilai paling ini? Paling itu?

Melelahkan. Sangat melelahkan.

Kita bisa apa untuk melawannya? Yang ada, kita hanya bisa terhanyut, mengikuti aturan main yang tlah lama berlaku.

Permintaan maaf, ucapan terima kasih, sekedar isyarat basi-basi usang.

Daripada itu; Duhai Gusti Allah, tetapkanlah hati saya bersama agama-Mu. Jadikanlah saya berkeyakinan teguh dengan apa yang saya yakini hingga nanti. Jangan biarkan saya mudah terperangkap dalam hal yang penuh keraguan, kehinaan. Tuntunlah saya. Berikanlah saya isyarat.

Saya. Yang kemarin telah berumur seperempat abad lamanya.

Friday, January 4, 2013

3:55 AM - No comments

Keapesan Yang Tidak Perlu

Sebagai intro, aku mau ngebahas seupil tentang Dead Mine yang semalem aku tonton.

Komen awal? Aku benci endingnya! Ya ampooon, itu kenapa juga eksekusi endingnya bisa jeblok aja? Nggak ngasih kesan semacam "terpukau-uh-wow" gituhh? Menguciwakan! Behh.. Ini aku spoiler dikit juga deh yah. Mike Lewis yang ganteng aja, masuk daftar pertama yang tewas duluan. Joe Taslim?? Oooh, kenapa dikiiit adegan berantemnya? Film ini juga lebih dari 90% berbahasa asing (Inggris sama Jepang gitu. Tapi yang Jepang, nggak ada terjemahannya). Jadi kapten yang diperanin Ario Bayu, yang walo kayaknya Ario Bayu uda latian keras cas cis cus Inggris, tapi kalo diperhatiin baik-baik, tingkat pronounce-nya masih kasar. Bang Tigor apalagi. Dia minim dialog bahasa Inggrisnya malah.

Padahal, tema cerita yang diangkat itu uda bagus loh! Tentang.. *spoiler lagi nggak yah?? Hehe. Adegan menegangkan menjelang ending uda lumayan. Para prajurit zombienya juga uda sangar bikin ngeri. Ealaaah, lah kok pas endingnya jadi gicuuh??

Yok pindah topik! Abis nongtong, pas nyampe di parkiran mau pulang. Ilham kelupaan nyimpen kunci motornya. Baaaahh! Makin menjadi sebelnya gara-gara nongtong tadi. Kepaksa kita balik ke atas, ke bioskop lagi. Untung sama petugas 21-nya dibolein nerobos masuk ke studionya. Juga baru sekali itu masuk ke studio dalam keadaan sepi dan belum ditayangin pilemnya. Huehehehe. Yakaan masih ada tenggang waktu gitu sebelum jam tayang selanjutnya. Aku sama Ilham pun ngubek-ngubek. Ke bawah kolong kursi yang duduki tadi, ngeraba lantai bawah kursinya, di atas kursi. Tetep nihil cyiiin.

Yaude kita balik lagi ke parkir bawah. Nyari-nyari sekitar situ. Meriksa tas, kantong dan sebagainya. Teteeeep. Tidak adooh! Okeh. Mari kita telpon ayah tercinta untuk membawakan duplikatnya. Duuh, padahal nggak mau ngerepotin juga siiih. Uda malem pulak. Tapi kita mesti gimana juga dong. Untung ayah kita berbaik hati mau nganterin duplikatnya. Abis dikasih kunci tadi, kita buru-buru ke parkiran lagi. Nggak sabar pengen pulang. Uda malem cuuuy..

Abis nyerain karcis parkiran, tiba-tiba Ilham ngelirik kotak berisi kunci-kunci motor di atas meja petugasnya. Yang dia langsung firasat kalo kunci motor ada di situ juga. Ternyata bener sodarah! Ilham bicara sama petugasnya. Lalu kuncinya dicoba ke Revo sambil dimintain STNK-nya juga. Alhamdulillah, ketemu deh kuncinya. Aku sama Ilham pulang dengan kelegaan luarrrr biasah.

Kejadian tadi jadi kayak ngeflash back 2 minggu lalu. Sama banget kejadiannya. Kunci ilang. Abis nonton film yang tayang perdana di hari itu juga. Tempatnya sama pulak. Makanya.. Ini merupakan keapesan yang tidak perlu. Setujuuuh?

Tuesday, January 1, 2013

5:10 AM - No comments

Dear 2013

Emang penting yah? Emang harus yah? Bikin resolusi kalo taun baruan? Nah, itu kemaren sampe akun @yeahmahasiswa sempet ngadain polling loh di tl. Yah, beberapa sih bilang kalo bikin resolusi itu perlu..tapi ngumuminnya itu nggak perlu.

Takut dibilang riya' kali ye? Padahal kalo orang tau, kali-kali aja bisa ngebantu ngewujudin ato paling enggak, bantu ngaminin deh!

Lah terus ini gimana? Kayaknya nggak usah diumumin aja apa ya? Cukuuuuup..

Wess..ewess! Blah..blah. Wess..ewess! *anggep ajaah suara orang bebisik sambil berdoa* *menunduk khidmat*

Amiiiin, dear 2013.. :))

Saturday, December 29, 2012

9:52 PM - No comments

#Kaleidoskop2012

#2012. Taun yang katanya taun terakhir kita hidup. Berdasarkan kalender suku maya yang bilang kalo taun 2012 ini, terutama tanggal 21 Desember adalah penghitungan terakhir siklus kalender bumi. Beberapa ada yang panik, tapi pada sebagian orang tidak. Di antara sekian orang yang panik, mereka memasang target untuk menikah pada taun ini. Sedangkan aku? Karena berada di level "ah-masa'-sih-uda-mau-kiamat-aja?" Maka, hingga di penghujung 2012 yang akan berakhir ini..statusku masih belom berubah-ubah juga. Masih melajang! Nyiahahahah.

Seapapun itu..aku cuman mau flash back ajah! Dimulai dariiih..jreng jreeng jreeeng!

Januari
Tepat di pertengahan bulan Januari, aku ulang taun. Bukan pesta besar yang kurayakan. Aku hanya membuat puding jagung stoberi yang kubawa ke kantor.


Daaan, membuat postingan yang berjudul Angka. Dan Ketakutan Menjadi Tua. Di hari itu aku ngajakin sepupu girls day out, sambil ngasihin gelang buat ulang taunnya yang selisih sehari sama aku.


Juga di bulan yang sama, aku bareng sepupu berangkat ke Malang. Cuman sekedar say hi aja sih sama temen-temen di sana. Memastikan aku baek-baek ajah.


Februari
Maen ke Bangkalan sambil berangkat bareng @RayyaShiny ketemu Nunk sama @kuningkenari. Juga mampir di Bebek Sinjey waktu sarapan. Huuuh! Kangen euuy. Bebek Sinjey ngangeniiiin! :p Pas itu, aku posting juga: My Quality Weekend Part I dan My Quality Weekend Part II.


Oia lupe! Di bulan Februari ada kawinannya Mas Robby, adek ipar dari @umi_duo_i. Postingannya: Kawinan Orang dan Free Food Hunter.


Maret
Tempat kerjaku ngadain sesi jalan-jalan ke Batu. Kebetulan nginepnya di villa punya Bos, yang jaraknya deket sama BNS, Jatim Park II sekaligus Batu Secret Zoo. Cekidut di Wiken Terencana dan Wiken Terencana Session II.


Di bulan ini juga, aku berkunjung ke Guru TK-ku. *akhernyaah..setelah sekiyan lamah tak bertemu. Hehehe. Postingan: Visiting My Old Teacher.


April
Mungkin ini kali yah yang dibilang Blessing in Disguise. Istilah yang berarti bahwa ada suatu hikmah dibalik sekian musibah. Karena banyak hal gagal yang pengen dilakukan di satu wiken di bulan April itu, eh malah ketemu Mimin @gayeih tanpa sengaja. Sahabatan sama dia, dan sering kemana-mana bareng dia. Sila klik di sini Rumah Cokelat dan Rumah Pagesangan. Postingan yang lain ada juga sih. :)


Mei
Di bulan Mei, misua dari sahabat aku @kuningkenari, yaitu Don_kurniawan mau balik ke Indo abis dari berlayar ke luar negeri sonoh. Reportasenya: Ngebo dan Ngobrol.


Juni
Bulannya banyak orang yang melepas status kejombloan. Contoh kasus adalah kakakku dan temen SD-ku, Rika. Uda gitu, mereka pada kompak kawinan di tanggal/hari yang sama. Tapi alhamdulillah aku bisa menghadiri kedua acara tersebut berkat bantuan @gayeih. :D Kemeriahannya sila baca di The Rempong Days Cyiiiin, Kondangdud, Fu Fu Fuchsiaaaaa.



Lalu, sekitar pertengahan bulan, aku ketemu penulis paporiiiiit! Yaitu, mba @deelestari pada acara Book Signing Dewi Dee Lestari di Ciworld.

Oia, di bulan ini juga Al-Mukarrom KH. Idris Djauhari meninggal dunia. :'(

Juli
Ada acara Surabaya 2nd Meet Up looh! Di situ ketemu sama @kuntawiaji. :) Tapi aku datengnya telaaaat. Sila klik ini.


Selebihnya di bulan itu, karena lagi puasa, yaaaa beribadaaah. Ciyeeeehh..

Agustus
Masih bulan puasa, jadi masih sibse. Hehe. Dan berlebaran sepertia biasanya.


September
Nggak ada yang seru di bulan ini. Datar-datar aja sih.. Palingan Andy Wiilliam meninggal. :(

Oktober
Cerita serunya ituuuh..aku sama temen sunser pada beramai-ramai menuju Sempu. Sayang, aku nggak sempet posting. Sebenernya uda aku bikin berbentuk draft gettoooh..cuman belom kelar-kelar sampe sekarang. Huahahah.


Karena tepat dengan bulan haji, yang bulannya baek buat nikahan. Pada berbondong-bondong juga lah ngebet nikahnya. Seperti sepupuku, @nuri_diah dan temen kulku, Hilhul. :)

November
Lagi-lagi efek pasca lebaran haji yang bikin berkah. Sepupuku Winda, dan sahabatku tertjintah @RayyaShiny.


Desember
Apa yang seru yah? Hehehe. Palingan muter-muter sama @gayeih sebelum dia pindah ke Sidoarjo. Hikss..agak gimana gicuh.

Monday, December 24, 2012

6:50 AM - No comments

Movie Marathon

Istilah ini ngehits juga di kalangan para movie freak semacem saya yang sukanya menggunakan kesempatan dalam kesempitan beserta obsesi-obsesi aneh laennya. Huehehehe. Kedengeran serem yaak??

Dimulai dari statemen temen yang bilang film Indonesia lagi keren-kerennya taun ini! Okeh! Sangar sekaleeeh lah yaa. Aku pun mengiyakan pendapat beliau. Toh emang ada benernya. Ambil contoh The Raid ajalah..yang uda mendunia gitu. Malahan nih, baru kali ini, baru taun ini ajah! Untuk pertama kalinya dunia perfilm-an Indonesia memecahkan rekor dalam hidup! Rekor apa? Rekor dengan perbandingan nonton film lokal lebih banyak daripada produk fim holiwuuut. Oyeaaah! Kalo dibandingin, per-akhir bulan Desember ini, aku uda nonton 5 film karya aseliih buatan anak bangsa. Di antaranya; The Raid, Perahu Kertas I, Perahu Kertas II, 5cm, dan terakhir Habibie&Ainun. Sedangkan film Holiwut ada 4; Snow White&Huntsman, Spiderman, Batman and The Dark Knight Rises, dan Breaking Dawn II.

Yang lebih ekstrim, minggu kemaren, aku nonton 5cm dan Habibie&Ainun berturut-turut dalam dua malam. Biasanya niiih, aku paling males kalo disuruh maju duluan buat nonton. Karna ngantrinya kagak nahaaaan! 5 cm seminggu pasca tayang perdana. Dan Habibie&Ainun, tepat di hari tayang perdananya. Yang terakhir dapet traktiran, makanya nekat aja buat nonton. Biasanya kan suka cari hari aman yakaaan? Huhehehehehe.

Perbandingan bagus enggaknya dua film itu? Wahh, kalo aku yo ndak bisaaa mengahakimi gitu. Cuman kalo ditanya lebih suka mana, I prefer 5cm than Habibie&Ainun. Tapiiih, bukan berarti film Habibie&Ainun nggak bagus. Justeruuu..Reza Rahadian itu sungguh mengerikan aktingnya di situ. Luluh lantak! :') Except annoying products like gery chocolatos, wardah cosmetics, pohon pinang syrup. And indomaret maybe? Eh.. :p

So. Karna masih terserang demam film indo yang masih harus diberi kepercayaan atas kualitasnya. Gugling sana sini, nyasar cari film yang dapet kelas penghargaan di festival film internasional. Lalu..tersebutlah Rumah Dara. Beloman sempet nonton yang ini, karena apa? Karena baca resensi yang uda digembor-gemborin dua tiga taun itu, efeknya aja bikin ngeri. Apalagi nongtong! Okeh. Okeh gini. Aku nggak seberapa takut sama film horor, cuman yang paling dihindarin itu film yang adegan darahnya terlalu kebanyakan. Aku uda pernah nyoba The Raid. Darahnya sih iya, brutalnya dapet banget! Yahh, makanya anggep aja semacem terapi khusus buat slasher yang satu ini.

Rumah Dara pun kelar kemaren lusa! Durasinya 1.5 jam, kelarnya 4 jam! Eaaaaakkk! Maklooom, nongtongnya di yutuuub hapeh. Kena buffering terooosss. Abis nongtong film ini jadi ketagihan. Bukan ketagihan apa. Ketagihan gugling informasinya segalaaak..dan ternyata Rumah Dara ini adalah film pengembangan dari film horor pendek di tahun 2008 berjudul, Takut: Faces of Fear. Jadi film takut ini terdiri dari beberapa film pendek, dan film pamungkas terakhir itu adalah Dara. Masih diarahkan oleh duo sutradara yang sama dengan Rumah Dara tadi.

Yak! Senin pagi langsung liat film Takut. Bagus. Suka sama skoringnya di situ. Kelar. Langsung dilanjut film Hi5teria. Nggak jauh beda sama Takut genrenya, juga sejenis omnibus gitu deh. Bedanya, aku nongtong pake Tab. Jadi enyaaaakkk beuuuud! Luancaaar jayah nongtongnya! Nggak pake buffering kayak di hapeku kemaren.

Hi5teria pun khataaaaam, aku masih penasarun sama Dilema. Sama kok, masih sejenis omnibus juga. Hehehehe. Mungkin emang suka sama omnibus sejak liat Paris Je Taime tiga taun itu kali yah? Untuk Dilema, kali ini beda tema. Wulan Guritno mengangkat fenomena hukum, kepolisian, dan tindakan kriminal di Indonesia. Dikemas keren! Emang pantes kalo dapet penghargaan di Rusia kemaren itu. Malah aku namatinnya sebelum diputer resmi di sini. Dilema baru tayang di bioskop-bioskop di Indonesia pada bulan Februari taun depan. Jadiiii..bagi sesiapah yang penasarun. Please, jangan tiru tindakan kriminal saya ini sodaraaaah! Tunggu aja sampe bulan Februari, ato beli deh dvd ori-nya. Huehehehe. :))

Sumber referensi:

Daftar Film Indonesia Yang Meraih Penghargaan di Luar Neger, Film Omnibus Terbaik, dan Wikipedia.

Sebenernya masih banyaaaak film Indo yang bagooos dan pengen ditonton. Untuk hari ini mungkin agak rehat dulu. Tab-nya dipake bokap saya yang nggak mau kalah gahoool dari anak-anaknya. Sedangkan target film yang ngebet pengen diliat yaitu The Perfect House, sampe uda menyelidiki resensinya dan dapet spoilernya segalak. Ngahahahahh. Biarin tau endingnya gitu, masih teteeep penasarun! Tapi sayang, di yutub masih belum nyediain. *tipikal pecinta film tiada bermodaaaal*

Thursday, December 13, 2012

2:28 AM - No comments

It's Too Mainstream

"It's too mainstream". Wohooo. Masa' nih yaa sepagi di hari ini, aku udah dapet cekokan kata "mainstream" buat sarapan?? Miun @gayeih mendadak ngewatsap dengan sangat tetiba sekaliih. Beginiih..

Nah! Lucunya setelah itu, pas lagi Blog Kepoing, aku kok nemu kata mainstream ini lagi pada beberapa blog. Hualaaaahh..

Juga pada waktu gugling sebelumnya, ada blog yang malah ngasih contoh berkaitan dengan kata mainstrem tadi.

Padahaaaaal. Kemareeeen. Di belahan bumi yang laeeeen. Ada dua cewe, asik ngerumpi tentang nomer lipstik suatu produk yang bikin kesan nude di bibir kalo diliat. Huahahahaha. Sampe nggak berani sebut nama kedua pelaku nih! XD

Sunday, December 9, 2012

5:04 AM - No comments

Diciptaken. Dilahirken.

Diciptakan? Atau dilahirkan? Pilihan tadi sempat menjadi pertanyaan beberapa tahun lalu. Tentang manusia yang bisa menjadi begini, menjadi begitu karena disebabkan dua pilihan tadi. Apa dia dilahirkan sudah bisa menjadi begini? Atau karena dia diciptakan memang menjadi begitu?

Pernah ketemu kan sama orang yang dianugerahi berangkai minat atau kemampuan? Pada satu kondisi yang memungkinkan, tentunya dia sangat bisa memaksimalkan kemampuannya tadi. Tapi pada kondisi lain, kemampuan tadi bisa menjadi tak berarti apa, tenggelam, tergantikan dengan kemampuan orang lain yang lebih mendominasi.

Ya pastinya ada juga sih, beberapa orang yang bisa mengaktualisasikan diri tanpa peduli kondisinya bagaimana, dia bebarengan sama siapa saja. Ummh..semacam diri dan kemampuannya menjadi elastis dan dinamis, bisa mengkondisikan dalam keadaan apapun! Wooow!

Sayangnya, aku nggak masuk spesies begitu brooh.. Yaaa, walo nggak parah-parah amat yang gimana juga siiikh.

Jadi, seandainya aku punya suatu kemampuan yang sangat dibutuhkan pada satu kondisi. Trusss..karena itu kepepet dan cuman ada satu-satunya kemampuan yang kumiliki, kemampuan tadi bisa berguna dan termaksimalkan. Tapi ketika kondisi berbeda dan tak terduga, lalu ada orang lain yang juga punya kemampuan seperti yang kita miliki, atau malah melebihi kita keahliannya. Kemampuan kita pun bisa pasif secara alamiah. Tak lagi dominan. Karena terhalang milik orang lain. Kita pun bukan menjadi aktor utama lagi, bisa saja hanya sebagai figuran. Atau malah tidak sama sekali.

Yayayaya. Beribet yeeeh tulisannya. Aku aja bingung ini gimana ngejelasinnya. Pake ditulis pulak! Haha. Nggak useh dibawa ciyus loh yak. Ini cuman ngasal tumplek blek di otak. Yadeh, kapan-kapan diobrolin oplen aja apa ya yang beginian buat tuker pikiran. Njelimet aja kalo ditulisin nih ah! :p Heee.

Diciptaken atau dilahirken? Kutanyaken pada siape? Huehehe.

Friday, December 7, 2012

4:04 AM - No comments

Endap

Sudah ku bilang bukan? Bahwa ini semua akan menjadi biasa-biasa saja, entah di awal maupun di akhir. Titik sebelah mana yang paling ingin kau urai? Sedang segala apa menjadi lewat, ingin terabai dan terlupa begitu saja.

Pintu-pintu pun masih menutup, belum jua ingin membuka. Bermasalah pada waktu kah? Cukup! Jangan tanya aku. Karna aku tak tahu. Sama sekali tak menahu.

Jika kau berkenan, sapalah aku ketika mentari bersembunyi malu-malu di balik punggung rapuhmu itu.

Monday, December 3, 2012

2:33 AM - No comments

Haus Akan Kasih Sayang Mbok Darsih

Oh, NO! Pliiis..jangan muntah di sini gara-gara judulnya. Haha. Beneran, aku lagi haus akan jamu beras kencur bikinan beliau. Uda semingguan ini, Mbok Darsih, penjual jamu langgananku nggak "mangkal" deket rumah seperti biasanya. Nggak tau kenapa. Kemungkinan besar, dia pulkam ke rumahnya di Solo sana kali yak? Huhuhu.

Padahal, beberapa waktu ini tenggorokanku sering serik (yahh..semacem radang gitu mungkin deh). Dan obat yang paling kupercaya untuk ngatasin ini adalah jamu beras kencur bikinan beliau. Sumpe, jamu racikan beliau itu enyaaaak looh! Tanpa meninggalkan citarasa tradisional khas rempah dan keampuhannya. (Yayaya, kayak yang uda ahli mendalami ilmu perjamuan nih. Haha) Makanya aku doyaaaan. :D Tiap hari uda langganan banget. Beliau pun uda hapal apa yang kumau. Haha. Emangnya Spr*te?? :p

Apalagi hari ini, Mba Dewi bikin tumisan pare yang pedesnya na'udzubillah mbooooook! Waaaak! Nggak mau diicip, tapi yoo eman. Yang akhirnya luluh lantak dibantai bareng temen se-ruangan. Haha. Makanya, sorenya langsung deh berkali-kali deham-dehem nggak jelass. Aaaakkk! Tenggorokanku nggak enak! :(

Doaku tertulusku hari ini, semoga besok pagi Mbok Darsih uda nongol buat jualan seperti biasanya. Beneran, aku kangen euy..kangen ramuan jamunya maksyutnyah. Huahaha.

Heh! Pada tau nggak, keadaan diperparah pas aku nyemilin rujak stoberi. Itu cabenya dibanyakin aja gitu loooh... Siap-siap ntar malem nih buat uhuk-uhuk. Buru-buru cari jahe, madu ato jeruk nipis lah buat jaga-jaga.