Monday, March 11, 2013

8:04 PM - No comments

Di Bawah Air Kran Mengalir

There's a place where someone can be immortal: other people's memory. (One young writer updated this status two days ago).

Umh memori..ternyata sebuah brangkas yang luar biasa! Mungkin saja ada beberapa orang yang telah saya hilangkan nyawanya untuk berdiam di brangkas ini. Tapi, masih banyak pula yang akan tetap abadi di sana. Siapa saja? Tak mudah terkatakan. :)

Hari ini dibuka dengan perasaan tak nyaman. Tak nyaman. Saya berusaha mengabaikan. Bukan diri saya lagi yang harus meributkan hal sepele. Saya tak ingin kemarahan menguasai saya, dan membuat saya menyesal di kemudian hari. Mari beranjak dewasa. Terlepas serangkaian riset tentang chammomile yang membuat mood membaik, saya menggunakannya sebagai minuman penghangat saja. Merubah mood? Itu urusan para ahli. Saya? Cukup menyeduh dan dengan cuek menikmatinya.

Sesederhana itu..

Sesederhana ketika Mba Endang tiba-tiba mengejutkan saya sebelum pulang. Merangkul saya. Dan ia berkata, "Aku belum pernah cium kamu ya, Din?"

Hehe. Jangan berpikir yang aneh-aneh ya. Saya masih normal kok. Mungkin itu sekedar emosional darurat saja, setelah melewatkan satu sesi bertukar pikiran singkat di bawah air kran yang mengalir.

Kurang baikkah saya? Kurang menyenangkan ya saya? Kurang apa? Kurang lagi? Kurang? Kenapa kurang?

Saya hanya terngiang-ngiang satu kalimat sedih.

"Aku serius, aku capek harus jaga sikap depan orang lain, Din.."

Kalimat itu memang sedih.

Saya saja pun tak cukup siap jika selalu menjadi yang sempurna setiap hari.

”Bersabarlah dari satu kemarahan. Maka kau akan lolos dari seratus hari penyesalan.”

4:17 AM - No comments

Barang..kali

Aku.. Terkadang aku.. Emhh..apa ya? Mungkin akan menjadi sulit dimengerti. Tiada pernah habis terdeskripsikan dengan satu kata per kata. Suatu kali ingin melambat dalam bergerak.

Pelan...
            Pelan...
Hening...
              Hening sekali...

Seakan-akan hujan menjatuhkan dirinya yang merintik itu di atas kepala. Mengalir perlahan di antara wajah berpori-pori yang mulai tak rapat lagi.

Mendapatimu dengan senyum malu-malu melebihi kuncup bunga di musim semi. Hingga serupa keindahan seluruh dunia bersatu padu hanya dalam seorang. Ya satu itu..dirimu.

Kau mungkin tergelak seraya berkata, "Tentu saja aku menghabiskan hampir seumur hidupku sebelumnya, hanya untuk mengkhawatirkanmu yang basah karena hujan sesore ini.."

Taken from here.

Friday, March 8, 2013

4:35 PM - No comments

Konsultan Keharmonisan

Kayaknya bakal ada beberapa topik yang bakal aku perbincangkan di bilik pribadiku ini. Emhh, tapi yaaa satu-satu aja dulu deh ngepostnya.

Kemaren pagi. Aku nggak sengaja baca tuit seorang temen yang isinya bikin batin ingin menyalak-nyalak hebat! *emaaaangnya doggy??* haha.

"Tabiat perempuan terkadang lebih jahat dari pada tabiat setan.."

Omagaaaahh.. Aku pun sedikit terbakar amarah juga.

Yaaa, okay! Di luar aku bisa mengira-ngira, temenku ini lagi berurusan sama siapa. Cuman aku emang nggak tau apa masalahnya. Tapi yaaa..jangan gitu-gitu juga doooongss. Aku sebagai makhluk terhormat yang bernama perempuan merasa cukup tersakiti juga, jika dibilang mirip dengan makhluk penghuni neraka ituh. :(

Dan tenyata kicauannya pun berlanjut. Dia minta solusi kepadaku. Dia juga menjelaskan sedikit tema permasalahannya. Yang ternyata masalahnya adalah..dia dituduh macem-macem dengan mbak perempuan yang namanya tak usah disebut tadi. Yaa..tuduhan seperti senang bercanda ria dengan perempuan lain, yang begitu-begitu lah, yang mengakibatkan kecemburuan bagi perempuan tak perlu disebut itu dan membuatnya menuduh temenku tadi. Mungkin saking sering dan berkali-kali dituduh seperti itu, hingga temenku ini ingin mewujudkan tuduhan tersebut. Hadeeehh.. -_-"

Ya sih..dituduh itu nggak enak. Keluar dari apa yang dituduhkan itu juga nggak enak. Tapi nih ya..tuduhan berkali-kali seperti itu bukan malah menjadikan kita rapuh dan malah berpikir pendek ingin mewujudkan ini menjadi realita. Itu namanya tolol juga. Dengan garis bawah..kalo kita masih sayang sama pasangan loh ya. Nggak pantes kayaknya membalas rasa sakit kita kepada pasangan kita atas tuduhan tadi dengan cara menyakitinya juga. Baiknya kita diamkan saja dulu mereka, sambil menenangkannya dengan membuktikan bahwa tuduhan itu sangatlah tidak benar. Dan nanti, jika suasananya sudah tenang, mari kita komunikasikan baik-baik dengannya.

Bagi yang menuduh..ada baiknya mulai membangun kepercayaan pada pasangan. Menjauhkan rasa curiga dan pikiran-pikiran buruk lainnya. Nggak ada salahnya memberi kesempatan pada pasangan untuk didengar, dimengerti itu akan membuat dia lebih merasa dihargai.

Namun. Pada tahap-tahap tertentu. Kita pastinya telah mengenal batas. Kalo dilihat dan dirasa ini sudah berlebihan dan tak bisa teratasi, baik dengan komunikasi atau mediasi lainnya.. Sebaiknya coba pikirkan ulang tentang kelanjutan hubungan tersebut.

Hehe. Aku berasa konsultan keharmonisan pasangan ajeee yeeeh :D Enjoy! Hihihihi..

PS: Tulisan ini memang dibuat asal-asalan. Tapi bukan berarti tak berdasar. Banyak belajar, melihat dan mengamati pengalaman diri sendiri dan orang lain. Juga diselingi membaca artikel tentang interaksi kita dengan pasangan. :)

Satu lagi. Mungkin malah dalam masalah interaksi seperti ini..aku nggak pernah mau liat siapa yang paling ini itu berdasarkan gendernya. Laki-laki, perempuan..masing-masing punya kesempatan yang sama untuk melakukan kebaikan ato tindakan kriminal sekalipun. Semuanya cuman masalah pilihan. Laki-laki. Perempuan. Sama saja.

2:55 AM - No comments

CeKoLah DacaLQuw

Skroling temlennya kakak @pergijauh tadi siang. Emhh, emang sapa sih kakak @pergijauh?? Ituloooh..seleb tuit yang terkenal dengan kicauannya tentang (dengan hestek) #khotbahtimeline.

Nggak tau yaaa?? Nggak pernah liat yaaa?? Haha! Sammaaak! Aku juga baru tehe sebulanan iniiih. Hehehe. Yawalopun aku nggak follow dia, cuman hampir tiap jumat seneng mantengin temlen dan tumblrnya. Pasti deh tuuuuh, dia ngapdetin kekocakannya. Eh, yatapi jangan kaget loooh yaa. Kebanyakan postingan ato kicauan dia rada-rada seronoook gitu deeeh. Palingan yang kayak begitu suka aku sekiiip. Masih banyak postingan dia yang gokeeel, dan bikin ngakak-ngakak sendiri kadang. :D

Salah satunyaaa..yuuukk cekiduuuutt!

Dulu waktu SD punya cita-cita kepengen jadi presiden tapi cuma freelance.

Waktu jam istirahat pas SD, teman-teman sibuk bermain petak umpet dan saya sibuk ngehack website pemerintahan Israel.

Dulu password wifi di SD aku itu "CeKoLaH DaCaLQuW"

Dulu waktu SD, teman-teman pada ngintipin rok cewek, sedangkan aku sibuk membeli sebagian saham Naughty America.

Di Harvard. RT @HELLBOY_4: @pergijauh SD lo dmn bang?

Dulu pas SD, anak-anak pada belajar ngerokok, aku sibuk mandorin Tony Montana memasok kokain ke Kuba.

Namanya Pak @twitter RT @Arsyad6090: @pergijauh guru SD lo siapa bang?

Dulu waktu SD, anak-anak ikut ekskul bola, sedangkan aku ngelatih @kimboslice di UFC.

Dulu waktu SD, anak2 pada main tembakan airsoft, sedangkan aku sibuk mengokang AK47 bersama para Zapatista di Chiapas.

SD aku memang keras.

Yaaak. Sekian duyuu hasil copas-annya.

Eniwey! Ternyata #khotbahtimeline uda berumur dua taooon loooh. Huwaaah, berati eykeh uda ketinggalan jaman berabad-abad yaaah?  :-$

Nih ku aplotin salah satu poto kakak @pergijauh. Lengkapnya sih bisa cekidut di tumblr-nya  juga loh. :)

Thursday, March 7, 2013

5:03 AM - No comments

Das Leben der Anderen

Pertanyaan yang tak pernah terpecahkan di hidupku yang hingga hari ini adalah.. Mengapa mandi sore menjadi kegiatan yang sangat sulit dilakukan?

Baiklah. Baiklah. Silahkan tertawa. :D

Tapi bukan itu. Itu sangat tak ada hubungannya dengan judul di atas. Aku hanya mau mengingatkan diri sendiri. Bahwa.

“Kita nggak perlu merasa kita satu-satunya pusat dari segala komponen semesta ini.”

Aku terkoneksi dengan teman-temanku. Dan ketika mereka bercerita ini itu, mungkin responku kurang sesuai dengan harapan mereka, mungkin responku tak menyenangkan untuk mereka.

Tapi inginku bukan cuman menjadi teman yang sekedar “menyenangkan” untuk mereka. Sekiranya, aku ingin menjadi teman yang baik dan memberi pengaruh yang baik. Itu harapku..

Aku mungkin menyebalkan terkadang. Karna di samping sifatku yang terlalu apa adanya, masa bodohku, dan tak senang berbasa basi ini. Atau malah hobi menggampangkan semua. Tapi tetaplah aku punya kontrol pada batas tertentu.

Aku harusnya lebih banyak mendengarkan. Dan lebih mengerti..

Dan mungkin juga mestinya menempatkan posisiku pada subyek sebaliknya. Mencoba berempati.

Kalau memikirkan hidup orang lain, jadi sedikit mengerti kenapa mereka berinteraksi seperti itu dengan kita. Mungkin kita tidak akan pernah benar-benar mengerti hidup mereka, tapi pengertian itu mungkin akan sangat berarti untuk mereka.

Jadi. Masihkah kamu berpikir bahwa kamu adalah pusat dari kehidupan? Sedangkan di samping kanan kirimu juga memiliki kehidupan beserta persoalan hidupnya masing-masing.

Wednesday, February 27, 2013

7:18 AM - No comments

Silahkan Kau Adu..

Labil aja teknik masakku hari ini. Bikin lontong balap kurang gurih. Sekali dikasih garam, keasinan. Lahh kelupaan dikasih kecap, abis dituangin kecapnya, kuahnya malah campur aduk rasanya! >_< Nggak keruan!

Pertanda apakah ini?? Pret! Nggak useh sok-sok premonition deh. Wkwkwkwkw.

Eh, yaaa..dari dua hari kemaren dan nggak hari ini. Aku sebenernya lagi puyeng sama tingkahnya si Bu Bos yang nggak paham maunya apa. Uda tau kalo emang aku salah, ngapa nggak negur aku langsung aja?? Ngapa perlu diekspose ke orang laen? Nggak pecayaan amat sihh? Yakalo nggak percaya, ngapain juga tugas laporan kerja dilimpahin ke saya?? Yakalo emang situ lebih cucok sama orang laen yyang ngerjain, ya silahkeeen..monggo sekaleeeh. Saya sangat setojooooh ibuuuuk. Dan nggak useh yee..pake sindiran tingkat pendidikan segalak. Duh, remfong amat sih nih jadinya. Haha.

Trus ditambain kelakuannya penjilat, musuh di dalem karung, tukang caper, biang kepoh. Emh..trusss julukan apa lagi ya?? Haha. Suwerr, desye bikin makin kisruh ajaaah.. Ckckckck. Endak ngerti kok jadi sangat nggak penting banget dia idup? :p *astaghfirulloh*

Eniweybaswey..wiken barusan nobar Rectoverso bareng calon ibuk-ibuk PKK di masa kuliah plus Tante @gayeih. Haha. Seru. Seru. Walo sebelumnya ada rentetan kejadian yang rada nyebelin. :p Tapi yaudalah..lumayan panjang juga kalo ditulisin di sini.

Senin barusan juga ketemuan sama @kuningkenari. Jemput dia mampir ke rumah, terus nemenin ke bandara buat nungguin kedatangan misuanya. Dan alhamdulillah, dapet bingkisan kue mochi *ato bakpia kalik ya?* dari @Don_kurniawan pas dia lagi transit di Taipeh. Soalnya ibuku doyyan sekaleeeh. Haha. Aku-nya jugaaaak. ^o^

Monday, February 18, 2013

7:06 AM - No comments

Bintik-bintik Merah Part 2

Misteri bintik-bintik merah pun terkuak sudah. Semalem dugaan sementara yang disinyalir adalah biduran, eh ternyata itu campak mamiiiih! Hosssh..hosssh! Dapet info ini setelah konsul sama konsultan medis tradisional alias mbok jamu langganan tadi pagi. Karena bintik-bintik merahnya belum ilang juga selepas bangun tidur. Makanya aku langsung berpikir untuk mengatasinya dengan minum jamu, sekalian konsul juga. Mbok Darsih juga nyaranin aku supaya sementara ini nggak boleh kena angin ato aer *yes! Gausa mandi* haha.

Aku juga putusin untuk mbolos kerja dulu laaaah.. Ijin ke Om Totok sama Mba Endang. Rencananya sih pengen ke klinik buat periksa. Tapiiiih, sebelum ke sana..aku melakukan penyamaran terlebih dahulu. Loh koook bisaah? Iye, mukaku parah banget cyiiin, bengkak-bengkak gicuuuh. Nggak asik banget pokoknya buat diliat. Heuheuuu. Makanya pake kacamata gaya ala-ala min gitu..sama masker buat nutupin muka bagian bawah. Hehhe. Pas diperiksa, dokternya masih muda, perempuan, dan berjilbab. Yap! Asik banget dokternya. Aku santai banget pas konsultasi tadi. Dokternya bilang untung aja kondisi badanku lagi bagus, jadi nggak ada keluhan ato gejala seperti pada umumnya pra campak. Semisal flu, demam tinggi dsb. Jadinyaaa, malah dikasih resep obatnya, cuman obat buat ngejaga imunitas tubuh doang. Haha. Tau gitu mungkin kalo nggak dokter, ya nggak apa-apa juga kali yah. Ya namanya juga panik eykeh, makanya pengen mastiin sakit apa sebenernya.

Abis dari klinik, ibu sms kalo lagi sakit campak disaranin minum kunyit sama makan kerang. Yah, untung jamu kunyit asem tadi pagi langsung kuminum. Trus, Bu Siti uda dipesenin ibuku bikin tumisan kerang. Horeeh! Makan kerang dahh.. Sebenernya disuruh minum air degan juga sih, tapi ibu kelupaan beli waktu mau pulang ke rumah.

Sampe sekarang sih yaa..kondisinya masih sama-sama aja. Suhu tubuh masih normal, nggak demam. Bintik-bintiknya pun juga tetep. Tapi seenggaknya, tadi pas periksa uda bikin tenangan lah minimal. Masih belum tau besok apa bisa masuk ato enggak. Hmm, semoga besok uda fit. Jadi seenggaknya bisa nongolin muka di tempat kerja. Hehe.

Seharian mboloss berasa pengangguran abis. Aktifitasnya nggak produktif banget. *caelaa* Palingan nonton tipi, duhh kok adanya pengacaranya pada berantem. *tayangan apalagi kalo bukaaan* hehe. Paling watsapaaan. Gugling tentang penyakit ini..eh trus kepikiran buat nonton gratisan di yutub. Youtubing deh! Nonton film pencarian terakhir. Aku nggak spoiler kok. Soalnya emang nggak mau cerita filmnya. Hahha.

Alhamdulillah, banyak yang ngedoain sembuh. *yakarna aku-nya jg hebyooh* hehe Makasih men-temeeeen. :* Semoga emang dengan penyakit ini, bisa ngapusin dosa-dosaku. Amiiiiin, ya Allah. :))))

Sunday, February 17, 2013

7:20 AM - No comments

Bintik-bintik Merah

Duileeee..yang baru aja dapet kelonggaran sehari libur, langsung pengen ke sana kemari. Trus sekarang dapet serangan bintik merah mendadak, jadi kelimpungan.

Haaaa. Iya, minggu depan nggak kemana-kemana deh. Palingan kalo buat nonton aja, bole lah ya.

Seminggu sebelumnya ke Kediri. Ketemu trio krucil. Lanjut sekarang ke Bangkalan, ketemu duo I. Eh, malah kondisi badan lagi nggak sehat. Dua kunjungan ini, sama-sama requestnya..aku disuruh balik ke Surabaya Senin paginya. Hiyyaaah. Yo ndak issooo lah cyiiin.

Kembali ke bintik-bintik merah.

Setauku nih ya..aku nggak pernah punya riwayat alergi, baik itu kepada makanan, udara, air, dsby. Biduran, ya enggak. Lalu siang-siang, pas lagi rujakan asoy. Ngeliatin tangan yang biasanya mulus bak Cleopatra *gausanimpukinsandaldooong*, tetiba ada bintik-bintik merah bentol. Dan nggak cuman di tangan sebelah kiri aja. Di tangan kanan juga. Di sekujur tubuuuuuh! Pas ngaca, muka uda bengkak. Haduuh! Langsung firasat buruk.

Makanya dibela-belain pulang, walo tadi mendung dan agak gerimis dikit. Nyampe rumah laporan ke Ibu. Nih sekarang dilumeri bedak Herocyiiiin. Hawwh.

Padahal nggak demam sebelumnya. Gatal juga enggak. Yaa, palingan kemaren emang agak kurang enak badan. Tapi nggak sampe flu ato gimana. Nafsu makan juga tetep normal seperti biasa. Entahlah kenapa.

Yaudin, saya tedor dulu. Moga biduran *dugaansementara* ini besok uda ilang. Sembuh. Sehat. Dan bebas bisa beraktifitas lagi. Amiiiiin. :))

Friday, February 8, 2013

2:59 AM - No comments

What I Have To Do

Things I have to do..

1. Brosing bunga-bunga populer di dunia. Okeh. Ini buat bahan materi poster. Dan atas suruhan bos. Resmi! Nggak pake koma titahnya. Yoop! Nggak harus ciyus mesti di depan kompi brosingnya. Bisa lewat mobile onlen yaa kaaaaaan?
2. Nyelesein buku risalah merawat jenazah secepetnya. Uda kapan tauk lah buku ini wira wiri di depan meja. Tapi kan, kalo nulis tulisan arabnya emang ribet cyiiin? Makanya lamarteeeh. Padahal ini juga deadline. Aselik! Suruhan bos jugak!

Heran sih emang. Kerjaan yang beruntun itu bikin rempyoooong..pyong! Tapiiiih. Justeru yang deadline-deadline itu malah memicu adrenalin bangeeeet! Lebih semangat! Ketimbang ngerjain kerjaan yang nggak jelas kapan pasti batas akhir dibutuhkan terbitnya.

Kemaren Senin sempet tuhh instruksi mendadak. Ngimport file ke PDF, semacam buku digital. Dan baru kelar 24 jam kemudian. :))

Ehh, yaudahlah. Mending ngomongin apa yang dilakuin besok wiken aja yahh. :) Mensyukuri setiap hari.

Emhhhh.. Akhirnya. Alhamdulillah. Planning ke Kediri pas wiken kejadian juga. Insya Allah besok pagi meluncur ke sana. Nemuin trio sepupuuuhku. Haduh. Kangennya ngga ketulungaaaan. XD

Saturday, February 2, 2013

5:06 AM - No comments

Sanctuary

Kusapa engkau wujud keabadian. Tempat di mana hujan tak lagi ingin dingin, dan mentari tak ingin melarut dengan teriknya.

Kuucapkan selamat malam tiada berhenti suatu kali. Beban ketika melesak untuk dijinjing. Perbincangan cuaca menjadi sangatlah penting. Suguhan secangkir teh melati dengan uap menguar setipis kabut mengisi rentang hela udaramu lagi.

Izinkan uraian ini berkehendak melenyap. Tanganku tengadah menantang di semesta. Matamu mengatup, pertanda mengamini.