Tidur dengan setumpuk kekecewaan itu sangatlah kurang nyaman. Pasti keesokaannya akan terjaga dengan perasaan paling tidak berguna. Tapi bagaimana. Kebutuhan tubuh untuk istirahat tidak bisa diganggu gugat. Entah. Mungkin urusan perasaan masih bisa ditunda.
Mari. Selamat nyenyak semua.
Senin, 30 Desember 2013 | 11:42 WIB
Kompas.com - Tahun Baru
menjadi saat yang tepat untuk
menetapkan resolusi atau target-
target yang akan dicapai tahun
depan demi perubahan yang
positif. Tak ketinggalan dalam hal
hubungan dengan pasangan.
Entah itu karena tahun depan akan
penuh tantangan bagi Anda berdua,
atau Anda ingin membuat agar
cinta dalam kehidupan perkawinan
ini semakin kuat, berikut adalah
resolusi yang perlu dilakukan tiap
pasangan untuk menyambut tahun
2014.
1. Mengucapkan terima kasih
lebih sering
Anda mungkin tak menyadari
bagaimana dua kata sederhana ini
bisa membawa perubahan besar
dalam hubungan. Mengucapkan
kata "terima kasih" lebih sering
bukan hanya bisa membuat si dia
merasa lebih dihargai, tapi juga
akan mengingatkan kita bahwa
pasangan juga telah melakukan
banyak hal untuk kebahagiaan
bersama.
2. Bersenang-senang
Salah satu hal yang bisa membuat
seseorang selalu "lari" pada
pasangannya saat sedang stres atau
merasa terpuruk adalah "tertawa".
Kegiatan ini seperti hal kecil, tetapi
dengan tertawa bersama kita akan
menemukan sisi menyenangkan
dalam setiap kondisi. Anda berdua
juga akan semakin merasa
terhubung.
3. Meluangkan waktu di malam
hari Anda berdua mungkin disibukkan
oleh pekerjaan dan masih harus
menemani anak-anak bermain atau
mengerjakan tugas sekolah di
malam hari. Setelah mereka tidur
hal yang paling ingin Anda lakukan
adalah melakukan "me-time".
Meski Anda berdua perlu waktu
sendirian, tetapi jangan lupa untuk
meluangkan waktu untuk berduaan
di malam hari. Nonton TV bersama
atau "pillow talk" bisa menjadi
penutup hari yang menyenangkan.
4. Lebih sehat. Mulailah untuk hidup lebih sehat
dengan menjalankan pola makan
sehat dan rutin berolahraga.
Tujuannya bukan sekedar agar
pasangan lebih bergairah melihat
tubuh seksi kita, tapi untuk
memastikan pernikahan ini bisa
berlangsung sampai usia senja. Ajak
pasangan untuk bersama-sama
berolahraga dan mulailah
menyisipkan makanan sehat dalam
menu sehari-hari di rumah.
5. Menghabiskan waktu dengan
pasangan lain. Setelah menikah dan punya anak,
Anda mungkin merasa tak punya
waktu lagi untuk bertemu teman-
teman. Tetapi jangan pernah malas
untuk "hang out" dengan teman,
terutama yang juga sudah
berkeluarga. Ini akan membantu
menguatkan hubungan Anda
dengan suami.
6. Belajar "bahasa cinta"
pasangan. Pria dan wanita mungkin memiliki
cara yang berbeda dalam
mengungkapkan perasaan cintanya.
Pria biasanya lebih fokus pada hal-
hal fisik dalam pernikahan, seperti
memastikan keluarganya
terlindungi. Sementara kaum wanita
biasanya lebih ekspresif dalam
mengungkapkan cintanya, seperti
memberi hadiah kejutan atau
membuat rencana makan malam
romantis. Dengan belajar "bahasa
cinta" pasangan, Anda akan lebih
memahami perasaannya, bahkan
membuat Anda lebih merasa
dicintai.
Penulis: Lusia Kus Anna
Editor: Lusia Kus Anna
Sumber: Babble
Mencari paripurna dari sesosok manusia, memang tidak akan habisnya. Kita yang selaku pencarinya akan selalu dahaga. Ingin menambahi ini. Ingin mengurangi itu.
Yang dibutuhkan di sini adalah, keterbukaan untuk saling menerima, adaptasi, komunikasi, komitmen, kesabaran untuk mengerti, memahami. Dan pastinya, itu butuh waktu dan proses yang sangat panjang. Jangankan hubungan yang baru terhitung seujung kuku ini. Pasangan yang sudah menikah bahkan punya anak, belum tentu semudah itu menjalani kehidupan bersama. Semuanya memang mesti dipelajari terlebih dulu. Belajar! Belajar!
Bicara memang gampang. Menulis apa yang ingin dituturkan juga bisa dibuat gampang. Tapi melakukan apa yang terucap, belum tentu menjadi mudah. Bahkan bisa menghabiskan ingatan tentang hari apa sekarang.
Selamat Hari Jumat!
Lluvia
Di balkon tanpa kanopi ini, aku mengendap di balik lalang sehelai. Di atasku langit gemerlap. Di depanku gemerisik suara jalanan
Harusnya kita belajar memamah logika. Bukan mengapung dengan labirin kata
Kulempar batu penduga, nyaris tak terdengar nada sela, akankah kulempar sauh untuk berlabuh?
Siang tanpa terik, mungkin akan lebih baik, tapi ini kemarau, hambar terasa bila harus bercanda dengan rinai hujan
Berlindung dari terik di rerimbun pohon atau payung sekalipun bukan untuk lari dari panas, tapi berdamai dengan alam
Pun, mencari solusi dari setiap masalah, juga bukan lari, tapi berdamai dengan hidup
"Kau ingin belajar sabar kan?" Tuturnya dengan senyum basah. "Panas ini, adalah bagian dari kesabaran". tambahnya lagi
"Kurasa ini normal" Selaku. "Atau karena aku berteduh di balik senyummu?" Kau tersipu dan kitapun luruh di bawah payung mentari
2013
*dibuat oleh +Kadarisman Ahmad S.
Biasanya, untuk perkara cecintaan orang sangat mudah berekspresi. Mendetikkan apa yang dirasakannya..yang dipikirkannya. Tapi pun bisa menjadi sebaliknya. Tak ada hal yang keluar. Kehilangan kata sama sekali.
Diri ini pernah mengalami dua-duanya. Dan sekarang..yang terakhir itu terjadi. :)
Semoga Bos Jagat Raya segera merestui sketsa yang sedang dalam proses penyelesaian ini, agar menjadi lukisan yang utuh tentang masa depan. Bagi dua insan.
Amin.
Resep terakhir yang dieksperimenkan? Macaroni Schotel. Yes. Berhubung baru aja dapet koleksi unyu nan ungu dari Tupparware, Cosmo Violet. Yang salah satunya, atau dua malah..bisa dipake di microwave. Berhasil? Berhasil sih, tapi kurang sempurna. :p Dikarenakan kurangnya komposisi makaroninya yang timpang dengan pemberian sayur yang berlebihan. Akibatnya, kurang lengket dan sedikit berair. Serius deh. Penambahan sayur itu murni improvisasi. Nggak pake, juga no problemo. Malah yang berhasil itu eksperimen sebelumnya. Yakni, Tom Yam! Sukses bessaaarr! :D
Lagu yang terakhir didenger? Nat King Cole yang LOVE. Aransemen dipadu suara Nat King Cole yang ala taun 60-an, kedengeran lucu. Trus ada lagu Citra Scholastika judulnya Seruan Kebaikan, kayaknya sempet dipake iklan apa gitu. Cucok buat sontrek pagi-pagi supaya cemingit eaaakk. Hehe.
Film terakhir yang ditonton? Thor. Padahal aku belum pernah liat yang pertama, tapi langsung loncat ke sekuel keduanya. Hehe. Suka karakter Loki yang licik dan jenius. Tapi manipulatif, sekaligus rapuh setelah tau ibundanya tewas. Padahal si Loki emang bukan tokoh utama loh ya..malah cenderung antagonis. Di The Avangers apalagi. Tapi dia cukup menarik perhatian. Ditraktir Imam nongtong ini, buat perpisahan seminggu yang lalu, sebelum dia mengangkasa ke Bumi Kinanah sana.
Buku terakhir yang dibaca? Sebenernya The Lost Symbol. Tapi ku tulis Inferno aja ya. Yang terbitannya lebih gres dooong. :p The Lost Symbol kurang menarik. Apa tuh anggota perkumpulan orang penting di Amerika tapi agak sinting. Yes. Freemason. Haha. Sedangkan Inferno, mengangkat tema tentang ancaman overpopulasi disertai karya menakjubkan dari Dante Alighieri, The Divine Comedy. Judul novel Dan Brown terbaru ini memang terinspirasi dari karya Dante tadi, yang terdiri 3 canto/bagian. Dan salah satunya; Inferno itu sendiri, yang berarti Neraka. Seperti yang biasa Dan Brown lakukan terhadap para pembacanya. Setelah membaca buku ini, aku lumayan terhenyak dan sempat mengkaji ulang ide utama dari buku tersebut. Di dalam buku ini sebenarnya tidak ada tokoh antagonis. Tapi pembaca dibuat seolah-olah menunjuk sendiri siapa tokoh jahat yang ada di balik semua ini. Aku aja sempet membaca ulang halaman sebelumnya tentang tokoh yang punya inisial FS-2080. Haah! Penasaran? Silahkan baca sendiri ya! ;)
Dari ke semua itu. Entah ya. Selalu tertarik dengan masa lalu dan jalan pikiran seorang tokoh antagonis. Mungkin dulunya mereka hanya orang biasa, orang normal pada umumnya. Tapi karna keputusasaan, rasa kecewa, ketidakberdayaan, minder, trauma, intimidasi baik dari lingkungan maupun keluarga, yang akhirnya mengarahkan mereka untuk mencari dan menemukan pengalihan atau penyegaran lain agar mereka "dianggap" ada di dunia, eksis, dan kuat untuk melawan. Mungkin dari situ juga, mulai memunculkan sisi jahat mereka hingga dewasa. Entah ya. Ini cuman opini ngasal bin random kok. Hehe.
Nggak kemana-mana, itu malah rencana. Di rumah seharian, dan pengen molor terus-terusan. Bawaannya pengen deket bantal sama kasur aja. Hehe.
Setelah tiap minggu mesti pergi-pergi terus. Huh yeah! Ya, selama masih diberi kesempatan sehat kali yah. Biar ada pencerahan gituuu. :p *pencerahan apa itu?
Wooh. Andai malem ini bisa dibalik sama malem kemaren. Mungkin masih bisa ngupingin curcolan di wa pasca Idul Adha kemaren. Sekarang dia udah berkutat sama laporan di kosan. Biasa. Calon pendidik para ilmuwan. Hihi.
*Cuman buat tau-tau aja: Kalo nggak gara-gara gugling arti dari TETIRAH itu apa. Mungkin aku masih nyangka itu nama sebuah roti atau jajanan. Hyaks. Pengen jitak orang kayaknya. X))
Bukan by the way loooh ya. Bukan.
Tapi #biketowork.
Entah. Dapet wangsit darimana
temen kerja tetiba cari agen suatu
produk sepeda di Surabaya.
Katanya, udah mau musim ujan.
Males banget mesti naek motor.
Lebih seru naek sepeda. Praktis.
Tapi tetep keren buat kemana-
mana.
Ah. Iya, ya? Kepingin juga deh.
Nggak usah yang mahal-mahal lah.
Sepeda mini, walo bekas tapi kalo
kondisinya masih bagus, tetep oke
mungkin ya?
Emmm. Cumannya di sini,
jalanannya masih kurang
bersahabat bagi para bikers. :
( Debu, polusi dan macetnya nggak
unyuk banget. Fufufuu.
Beli sepedanya mesti dipending
dulu, tapi. Sekarang-sekarang masih
banyak buwuhan. Bikin bangkrot
secara primer. :p Haduh. Palagi
kalo inget cicilan motor. Coba
nggak nyicil. Mungkin udah bisa
kebeli banget-banget kali ya?
Yailaaa. Disyukuri, syukuriiii.
Keinget obrolan sama Miun, yang dari ucapannya menyiratkan
keprihatinannya kepada bangsa ini.
Kenapa menjadi bergantung banget
sama BBM? Di saat tiap rumah
udah punya kendaraan lebih dari
satu biji. :|
Doakan. Doakan. Semoga kampanye mengurangi kebergantungan terhadap BBM ini bisa berhasil. Amiiiin.
Mau pindah. Mau regenerasi. Mau adaptasi. Nggak ada gunanya kalo belum sehat. Punya badan dan jiwa sehat itu utama. Yuk, detoks semuanya. Bebaskan pikiran, jiwa dan raga dari toksin berbahaya.
Bismillah..
Face your fear. Live your dream..
*hlahh..iku jare sopo sehh? (* ̄ . ̄)a
Kebetulan aja Kahitna plus Yovie Nuno ada jadwal manggung di Sutos Surabaya. Ya mariklaah..kita ikut bernyanyi ria di sana walo lagi kena pluh. :p hehe
Kebodohan pertama kami *aku sama yude* ==> salah mendarat tempat parkiran! Muahaha! Ternyata itu parkiran punya toserba, tetangganya Sutos. Dengan pedenya kami mblusuk ke dalem. Lah iya sambil mikir, masa iya tempat sesesak ini mau nggelar konser? Haha. Kacau. Yaudinlah. Karna udah mbingung. Yuda inisiatip kami jalan kaki aja dulu. *padahal keknya pas perempatan udah liat lambangnya TS deh! Daaan.. Jeng jeng!!
Yailaaah. Beneran tetangga sebelahnya. Haha. Selamat selamat. Masuk langsung pas sama area panggungnya. Bising. Yaiyalah. Ini udah mulai jam 7 apa ya? Dan kami baru dateng hampir setengah lapanan. Itu pun aku udah misah misuh. Band pembukanya kelamaaaaan. Nggak turun-turun cobak? Kapan nongolnya nehh? Tuh kan bener? Baru jam 9 jebret! Peccah! Hehe.
Yak. Bisa dipastikan tangan-tangan berkamera *entah bebe, hape samsul, taplet, camdi sampe ldr eh dslr* saling bergentayangan dimana mana. Adu paling tinggi. Menganan mengiri. Termasuk boloku dewe, si yude! Haha. Top banget dia. Lumayanlah buat dokumentasi dikiit. Berhubung kamera hape punya sendiri tak bisa mengatasi jarak antara Mario dan aku yang terhalang ratusan cewek-cewek alay ituuh -,- Haha. Kenapa Mario cobak? Kok bukan Carlo aja? :p
Yaa beginilah nasib cewek bertubuh mungil. :| Mesti njinjit supaya bisa ngeliat jelas. Lama-lama jinjit juga atiiit lah ya. Kalo pake heel, makin parah kalik yak? Huhuuu.
Tingkah penonton yang macem-macem juga sempet jadi obrolan bully-an kami. Palagi korbannya kami. Ada cewe abege nekad nyerobot tempat kosong depan kami. Hahh? Ya gimana ya. Orang kami aja mau merangsek maju, masih mikir dan pake sungkan segala *biasalah anak sopan* haha. Tuh cewe sempet juga bawa-bawa temennya. Hyahh. Minta dicopet nih tasnya. Hwrrrrrhh. >_<
Sebelumnya sih..sebenernya kami juga dapet keberuntungan. Ada orang yang tiba-tiba pingsan sekitar dua meteran di depan kami. Sementara ribut itu, dan waktu si mbak dibopong sama satpam. Kami berdua langsung atur posisi. Hahaa. Bukannya nolongin, tapi malah cari kesempataaan. XD
Nemu penonton histeris udah biasa kan ya? Tapi semalem ajaib. Ada perempuan di sebelahku yang mungkin usianya sekitar di atasku beberapa taun. Malah asik nyimak. Nggak kepengaruh panas *yawalo ruangannya outdoor* Desek-desekan. Ngga perlu ngikut nyanyi, sampek suara penontonnya ngalah-ngalahin penyanyinya sendiri. Nggak ribut megang kamera sambil tangan gentayangan ke atas buat motret. Bener-bener anteng! The real penonton kali yah? Hehe.
Haduuuh. Sori yaak. Di sini nggak ada komen tentang perform mereka. Habisnyaa..ya sama aja sih ya. Ya gitu-gitu deh. Kayak perform mereka di konser laennya. Liat yutub juga beres! Ya. Kebetulan ini geretong juga sih. :D