Ahelah.. Berasa sok momen aja nih ceritanya. Emang hari ini lagi pas aja. Dipas-pasiiin. :p
Sedikit mengisahkan kegelisahan yang menggeliat akhir-akhir ini. Keinginan buat konsis dan rajin ngblog lagi. Sebenernya, ini lagu lama. Dan banyak juga yang mengalaminya. Tapi. Ya anggap saja..kita tiada jenuh untuk usaha. Hehe. Minimal niaaaat laaah.
Ku kasih tau deh si pacar. Tentang aku yang udah jarang nyosmed dan ngblog lagi. Eh diee malah berspekulasi kenapa aku jarng nongol karna udah nggak ada harapan lagi dari sosmed. Secara kan udah nggak single lagi. *alamakjiiing. Respon "karna-udah-nggak-ada- harapan-lagi-di-sosmed", sungguh tak bersopan santun sama sekaleee. Tapi dia tetep nyemangatin, sapa tau dia ngikut rajin nulis juga. Hohooo.
Sebenernya masih tetep nyoret-nyoret, tapi nggak seberapa intens. Dan dipost di blog yang kami jaga kerahasiannya. Aku bilang kami di sini, maksudku, aku dan pacar. Jadi kami punya blog yang dikelola bersama. *heciyee..cuiiitt cuiiitt.
Tapi sekarang, kendalanya adalah hape sudah tidak men-support layanan tumblr. Entah kenapa. Padahal dengan hape menawarkan kemudahan dan kepraktisan ya. Yang masih bisa digunakan itu aplikasi blogger. Oleh karna itu, kemungkinan post terbanyak akan lebih banyak masuk ke blogger. Tidak seperti dulu, yang bisa dipost di dua-duanya secara bersamaan.
Baiklah. Tanpa perlu ditutup dengan sesuatu yang menakjubkan. Cuman ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Blogger Nasional. Terhitung sudah 5 taun menginjak ranah perbloggingan..alias akhir taun 2009, dan masih cupu kala itu. Hehe. Baru intens sekitar taun 2012. Fokus sama tumblr, yang malah baru mulai join pertengahan taun 2011.
Happy Blogging, anyoneee..
Seharian kemarin, aku baca-baca blog Raditya Dika. Bukan. Aku bukan penggemar garis keras juga. Biasa aja. Tapi, emang
timingnya lagi penasaran kali ya. Masa' blogger terkenal sejuta umat,
tapi aku belum ngubek-ngubek blognya secara sporadis? Palagi, kalo parameter fanatis bombastis, ditinjau dari seberapa banyak koleksi buku-buku yang dia tulis, dan film-film yang sudah dia mainkan maupun yang disutradara-i. Halah, paling banter liat Malming Miko di tipiiih. Haha. Namatin dua buku terakhir yang dia rilis, itupun juga hasil minjem dari temen.
Dulu. Pernah ditawarin buku-buku dia yang pertama. Tapi waktu itu, aku masih belum dapet "klik"-nya sama apa yang dia tulis. Nggak terkesan gitu lah. Lalu,waktu berlalu begitu aja. Dan mungkin, gaya kepenulisan dia mulai bisa ku terima, atau mungkin gaya kepenulisannya yang mulai dewasa? Bisa "ngena", gitu yaaa.:D
Kesimpulannya. Gaya komedi dalam tulisannya, yang mungkin sekilas bodoh, bego, atau apalah. Sebenernya mengandung kecerdasan yang nggak biasa, alias butuh perenungan. Itulah, yang ku suka! :) Gampangnya, bisa kita bandingin ketika nonton komedi 'pukul-pukulan' di tipi, dan ngeliat video stand up comedy.
Maka dari itu. Sekarang apa yang di punya Raditya Dika menjadi trend. Rame-rame orang follow twitter dia, baca blognya (eh, blognya duluan keleeus. Ya, aku soalnya follow tuiter dia duluuh. Haha), gaya becanda atau ngetuit ala-ala dia. Berduyun-duyunlah orang ngeblog, bikin buku, mencoba peruntungan sebagai comic, de-es-te. Apa yang dicetuskan Raditya Dika dalam dunia digital sebagai creativepreneur di NKRI, cukup berhasil. Setidaknya, dia sudah membuka lapangan kerja baru dan membuat orang menemukan passion-nya masing-masing. Di blognya, dia juga kadang mencantumkan beberapa project yang sedang dikerjakan.
Karna lagi intens kepo meneliti beliau, alhasil sampe kebawa mimpi semalam. Hiyaaakks. Masa' deh, abis ngobrol ini itu, aku sampe tanya nomer kontak dia. Dan, untungnya nggak pake selfi. Itu cuman MIMPI aja siiihh. :p
Trus pas tadi buka tuiter. Rupanya, dia lagi di esbeye sodaraaaah. Ngisi talkshow di Sutos. Pelatihan nulis gitu. Haiiiihh. Meskipun aku udah daftar onlen di menit-menit terakhir, tetep bikin galau. Bukannya gimana, aku ngerasa kadang udah "kelewat umur" (baca: tua) buat masih ngikut acara begituan. Palagi kalo udah waktunya mepet, males banget mesti keburu. Ih, nggak asik lah pokoknya kalo masih macet-macetan juga.Heuheeuuu.
Jadi, melayanglah satu tiket kesempatan buat dapet ilmu nulis-nulis. Kapan hari juga Dika sempet ke UINSA, udah fix mau dateng bareng temen. Eh, pas waktu itu aku nganterin Ibu kemana gitu. Pas si temen juga ada acara mendadak sama keluarganya. Yasudlaaaaah...
Dan di sinilah, saya. Siang yang panas ini, mandangin leptop. Apdet tulisan. Sambil minum susu Ultra Milk dingin rasa Moka. Endeuuuusss..
Halo, dunia. Lama tak bersapa ria. Kesesakan waktu bersinggungan aktifitas menjadi tak berimbang. Lelah menghinggapi gelap malam. Hingga kadang tergeletak lupa menggosok gigi. Pekerjaan, hubungan dengan manusia lain, bersantai di akhir pekan, kebutuhan fisik yang mesti dipenuhi, bahkan nasib yang sudah diatur oleh-Nya. Semua berangkaian, antri berentetan.
Katanya, menulis sebagai terapi healing. Tapi, sudah cukup sampai pada kemarin saja. Ada kenyataan yang mesti dirajut perlahan. Rahasia yang tak lagi bertempat di sana. Bahkan setitik noda pun.
Wow! Subhanallah.. Bersua kembali dengan Ramadhan. Alhamdulillah. Diberi kesempatan sekali lagi untuk memperbanyak amalan ibadah dalam sebulan. Mungkin tak akan terlalu banyak postingan tentang pernak pernik Ramadhan. Karena, sedang ingin intens membaca buku selain Al-Quran tentunya. Semoga bisa menamatkan beberapa buku, dan juga mengkhatamkan Al-Quran minimal dua kali selama sebulan ini. Amin.
Oia, jikalau berkenan mampirlah ke link akun di Goodreads/Dina Ulvia :)
Bagaimana mungkin kita bertemu lagi? Walau itu hanya sekedar rekaan lelap? Sesekali menengok yang diingini pada hari dan hati terdahulu. Sumringah dan sembab mengadu bersamaan.
Semuanya akan terkenang menjadi sesal.
Tidur dengan setumpuk kekecewaan itu sangatlah kurang nyaman. Pasti keesokaannya akan terjaga dengan perasaan paling tidak berguna. Tapi bagaimana. Kebutuhan tubuh untuk istirahat tidak bisa diganggu gugat. Entah. Mungkin urusan perasaan masih bisa ditunda.
Mari. Selamat nyenyak semua.
Senin, 30 Desember 2013 | 11:42 WIB
Kompas.com - Tahun Baru
menjadi saat yang tepat untuk
menetapkan resolusi atau target-
target yang akan dicapai tahun
depan demi perubahan yang
positif. Tak ketinggalan dalam hal
hubungan dengan pasangan.
Entah itu karena tahun depan akan
penuh tantangan bagi Anda berdua,
atau Anda ingin membuat agar
cinta dalam kehidupan perkawinan
ini semakin kuat, berikut adalah
resolusi yang perlu dilakukan tiap
pasangan untuk menyambut tahun
2014.
1. Mengucapkan terima kasih
lebih sering
Anda mungkin tak menyadari
bagaimana dua kata sederhana ini
bisa membawa perubahan besar
dalam hubungan. Mengucapkan
kata "terima kasih" lebih sering
bukan hanya bisa membuat si dia
merasa lebih dihargai, tapi juga
akan mengingatkan kita bahwa
pasangan juga telah melakukan
banyak hal untuk kebahagiaan
bersama.
2. Bersenang-senang
Salah satu hal yang bisa membuat
seseorang selalu "lari" pada
pasangannya saat sedang stres atau
merasa terpuruk adalah "tertawa".
Kegiatan ini seperti hal kecil, tetapi
dengan tertawa bersama kita akan
menemukan sisi menyenangkan
dalam setiap kondisi. Anda berdua
juga akan semakin merasa
terhubung.
3. Meluangkan waktu di malam
hari Anda berdua mungkin disibukkan
oleh pekerjaan dan masih harus
menemani anak-anak bermain atau
mengerjakan tugas sekolah di
malam hari. Setelah mereka tidur
hal yang paling ingin Anda lakukan
adalah melakukan "me-time".
Meski Anda berdua perlu waktu
sendirian, tetapi jangan lupa untuk
meluangkan waktu untuk berduaan
di malam hari. Nonton TV bersama
atau "pillow talk" bisa menjadi
penutup hari yang menyenangkan.
4. Lebih sehat. Mulailah untuk hidup lebih sehat
dengan menjalankan pola makan
sehat dan rutin berolahraga.
Tujuannya bukan sekedar agar
pasangan lebih bergairah melihat
tubuh seksi kita, tapi untuk
memastikan pernikahan ini bisa
berlangsung sampai usia senja. Ajak
pasangan untuk bersama-sama
berolahraga dan mulailah
menyisipkan makanan sehat dalam
menu sehari-hari di rumah.
5. Menghabiskan waktu dengan
pasangan lain. Setelah menikah dan punya anak,
Anda mungkin merasa tak punya
waktu lagi untuk bertemu teman-
teman. Tetapi jangan pernah malas
untuk "hang out" dengan teman,
terutama yang juga sudah
berkeluarga. Ini akan membantu
menguatkan hubungan Anda
dengan suami.
6. Belajar "bahasa cinta"
pasangan. Pria dan wanita mungkin memiliki
cara yang berbeda dalam
mengungkapkan perasaan cintanya.
Pria biasanya lebih fokus pada hal-
hal fisik dalam pernikahan, seperti
memastikan keluarganya
terlindungi. Sementara kaum wanita
biasanya lebih ekspresif dalam
mengungkapkan cintanya, seperti
memberi hadiah kejutan atau
membuat rencana makan malam
romantis. Dengan belajar "bahasa
cinta" pasangan, Anda akan lebih
memahami perasaannya, bahkan
membuat Anda lebih merasa
dicintai.
Penulis: Lusia Kus Anna
Editor: Lusia Kus Anna
Sumber: Babble
Mencari paripurna dari sesosok manusia, memang tidak akan habisnya. Kita yang selaku pencarinya akan selalu dahaga. Ingin menambahi ini. Ingin mengurangi itu.
Yang dibutuhkan di sini adalah, keterbukaan untuk saling menerima, adaptasi, komunikasi, komitmen, kesabaran untuk mengerti, memahami. Dan pastinya, itu butuh waktu dan proses yang sangat panjang. Jangankan hubungan yang baru terhitung seujung kuku ini. Pasangan yang sudah menikah bahkan punya anak, belum tentu semudah itu menjalani kehidupan bersama. Semuanya memang mesti dipelajari terlebih dulu. Belajar! Belajar!
Bicara memang gampang. Menulis apa yang ingin dituturkan juga bisa dibuat gampang. Tapi melakukan apa yang terucap, belum tentu menjadi mudah. Bahkan bisa menghabiskan ingatan tentang hari apa sekarang.
Selamat Hari Jumat!
Lluvia
Di balkon tanpa kanopi ini, aku mengendap di balik lalang sehelai. Di atasku langit gemerlap. Di depanku gemerisik suara jalanan
Harusnya kita belajar memamah logika. Bukan mengapung dengan labirin kata
Kulempar batu penduga, nyaris tak terdengar nada sela, akankah kulempar sauh untuk berlabuh?
Siang tanpa terik, mungkin akan lebih baik, tapi ini kemarau, hambar terasa bila harus bercanda dengan rinai hujan
Berlindung dari terik di rerimbun pohon atau payung sekalipun bukan untuk lari dari panas, tapi berdamai dengan alam
Pun, mencari solusi dari setiap masalah, juga bukan lari, tapi berdamai dengan hidup
"Kau ingin belajar sabar kan?" Tuturnya dengan senyum basah. "Panas ini, adalah bagian dari kesabaran". tambahnya lagi
"Kurasa ini normal" Selaku. "Atau karena aku berteduh di balik senyummu?" Kau tersipu dan kitapun luruh di bawah payung mentari
2013
*dibuat oleh +Kadarisman Ahmad S.
Biasanya, untuk perkara cecintaan orang sangat mudah berekspresi. Mendetikkan apa yang dirasakannya..yang dipikirkannya. Tapi pun bisa menjadi sebaliknya. Tak ada hal yang keluar. Kehilangan kata sama sekali.
Diri ini pernah mengalami dua-duanya. Dan sekarang..yang terakhir itu terjadi. :)
Semoga Bos Jagat Raya segera merestui sketsa yang sedang dalam proses penyelesaian ini, agar menjadi lukisan yang utuh tentang masa depan. Bagi dua insan.
Amin.