Ketika atasan meminta Anda
menyusun proposal untuk ditawarkan
kepada klien penting. Sering kali Anda
panik karena hanya punya waktu
sehari untuk menyiapkannya. Dan,
Anda sendiri yang harus
mempresentasikan proposal itu besok
pagi di depan sejumlah klien penting.
Apa yang terjadi pada Anda, dialami
juga oleh banyak wanita bekerja lain.
Baru-baru ini, www.anxietypanic .com,
salah satu situs penyedia informasi
seputar gangguan kecemasan,
menyebutkan, tiga dari empat
penderita gangguan panik adalah
wanita. Menurut Sylvina Savitri,
konsultan senior Experd, dibanding
pria, wanita memang lebih sering
terserang panik.
Panik sebenarnya adalah kondisi
alami pada setiap orang. Panik dalam
kadar ringan yang datang hanya
sesekali, adalah hal biasa. Tapi, jika
cemas atau panik datang berulang
dalam kadar tinggi, sehingga aktivitas
kerja Anda terganggu, sebaiknya Anda
waspada. Pasalnya, ada kemungkinan,
panik Anda sudah menjadi gangguan
klinis. Kalau hal itu yang terjadi, Anda
bisa mengalami gangguan fisik. Antara
lain, mual, tubuh gemetar, pusing,
diare, serta konsentrasi dan daya
penglihatan menurun.
Gangguan panik yang parah bisa
berujung pada agoraphobia (fobia
berada di tengah banyak orang).
Penderita agoraphobia sering takut
tanpa alasan jelas, bila dirinya berada
di tempat terbuka atau harus keluar
dari rumah.
Seseorang mengalami kepanikan
karena dirinya mempersepsikan
sesuatu secara berlebihan. Persepsi
berlebihan itu bisa muncul akibat
trauma kegagalan di masa lalu.
Kepribadian seseorang juga turut
menentukan muncul atau tidaknya
rasa panik. Mereka yang senang
berimajinasi berlebihan,
berkepribadian perfeksionis atau
berpendirian kaku, biasanya lebih
rentan terserang panik. Demikian pula
mereka yang selalu ingin memegang
kontrol terhadap segala sesuatu.
Selain itu, faktor-faktor fisik seperti
genetis dan kesehatan fisik ikut
berperan. Mereka yang punya riwayat
depresi atau panic disorder dalam
keluarga memiliki kemungkinan lebih
besar mengalami serangan panik.
Pada mereka ini, serangan panik bisa
muncul tiba-tiba, sekalipun ketika
kondisi fisik baru sedikit menurun.
Jangan sampai rasa panik menguasai
diri Anda, sehingga mengganggu
aktivitas, kinerja dan hubungan
dengan rekan kerja. (f)
0 komentar:
Post a Comment
Tinggalkan Komentar