No comments
Tidak Bisakah Me-Reka?
Mana ada kombinasi terlengkap dalam satu kesatuan yang diadakan Tuhan untukmu? Tak pernah lelah berkemunculan, menghadir dalam lipatan-lipatan berkesinambungan bernama waktu.
Kau menggelandang seenakmu saja!
Terpekur untuk siapa? Mengada akan berbuat apa?
Melewati banyak. Bersuka. Berdurja. Berkelana. Diselingi rautan malam yang gelapnya berpendar-pendar.
Bukan lagi persoalan tingkatan, tahapan yang sekedar bersahutan dalam benak kerdilmu.
Cercahnya lalu menjadi jelas. Sebuah kalimat yang kali ini menggedor satu-satunya benteng pertahananmu untuk selalu menegak.
Everybody needs somebody..Mari lanjutkan denyut nadimu, wahai para sekalian.
Kita pun tertelungkup sayu.
Spoiler! Kata Me-Reka pada judul di atas, bukan diartikan sebagai kata ganti dia banyak/mereka. Bukan pula diartikan pada penyebutan proses mekarnya kuncup bunga, seperti "Mawar itu merekah". Akan tetapi, berasal dari kata Reka. Yang bila diambil sinonimnya menjadi duga, terka, rancang, dsb.
0 komentar:
Post a Comment
Tinggalkan Komentar