7:57 PM -
No comments
No comments
Benarkah "Hujan (turun di) Bulan Juni"?
Kamu ya, Dina? Cuman kamu yang peduli?
Ya. Tentu saja. Mungkin hanya aku yang ingin berpusing-pusing mendebatkannya.
Karena dalam celah pemahamanku, hujan itu turun di bulan Desember.
Bukan di bulan Juni, seperti yang dikatakan Sapardi Djoko Damono.
“tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”
Namun. Hujan tetaplah hujan. Dia diciptakan Tuhan. Dia turun dengan seenak-Nya Tuhan. Mau Desember seperti yang tersurat dalam lirik Efek Rumah Kaca. Atau di bulan lainnya. Lalu, apa urusannya?
0 komentar:
Post a Comment
Tinggalkan Komentar