6:47 AM -
No comments
No comments
Pensieve
Aku berada di tepi sungai. Tak jauh dari tempatku berdiri, seorang Ayah bersama anak laki-lakinya sedang menggiring seekor sapi. Tentu saja mereka tak bisa melihatku. Aku lah penonton mereka.
Lalu mereka berhenti di tepi sungai. Nampaknya sang Ayah sedang berbicara serius dengan anaknya. Bocah kurus ceking itu mendengarkan sambil sesekali mengangguk. Entah mengerti. Entah tidak. Tak lama kemudian, sang Ayah membantu anaknya menaiki hewan ternak berwarna kecoklatan itu.
Kecipak-kecipak air mulai terdengar saat mereka mulai menyebrangi sungai dengan pelan. Sampai pada tempat berair yang tidak begitu dalam, mereka berhenti. Sang Ayah pun segera mengerjakan tugasnya. Memandikan sapi. Sedangkan sang anak tak begitu memperhatikan. Bocah polos itu terlihat lebih sibuk menikmati sensasi duduk di atas sapi yang sedang berendam air sungai. Wajahnya terlihat girang. Sesekali kaki-kaki mungilnya bergerak menepuk bagian tubuh sapi. Tak urung Ayahnya pun menegur dirinya agar tak terlalu banyak bergerak. Sapi peliharaan mereka hanya bisa melenguh sambil menggerakkan ekornya melihat hubungan kedekatan ayah dan anaknya ini.
Matahari sudah benar-benar di atas kepala. Pertanda ritual memandikan peliharaan mereka telah selesai. Mereka pun pulang. Bocah kecil itu masih di atas kendaraan kesayangannya dengan baju setengah basah. Wajahnya masih berbinar walau ia tak pernah benar-benar berenang, maupun menyelam di sungai. :)
*Mengintip sebuah kenangan manis tentang masa kecil seseorang bersama Ayahnya semalam. ;))
0 komentar:
Post a Comment
Tinggalkan Komentar